Sejarah Desa

Desa Bandar menurut keberadaan adalah merupakan desa yang mempunyai legendaris dari silsilah Kerajaan Mataram, Keraton Ngyogyakarta Hadiningrat. Sebab orang yang pertama kali membuka (babat) desa Bandar adalah salah satu prajurit dari Mataram yang terkenal sampai sekarang dengan sebutan Mbah “Saebah Saebu”, dengan pembuktian makam yang berada dibelakang Kantor Pos Bandar (Rt 01 Rw 04) Bandar.

Warga desa Bandar setiap menjelang awal Romadhon dan setiap hari Jum’at kliwon mengadakan peringatan (khaul) untuk menghormati jasa dari para pendahulunya, dengan cara kirim do’a bersama di makam mbah Saeba Saebu.

Desa Bandar yang keberadaannya di pusat kota Kecamatan Bandar merupakan desa yang pemerintahannya lebih awal dibanding dengan desa-desa yang lain, maka dari itu desa Bandar mengalami beberapa masa pergantian kepala desa. Sebagai warga desa pada umumnya, warga desa Bandar selalu menjaga hidup rukun sejak zaman sebelum kemerdekaan sampai-sekarang.

Dalam masa-masa pemerintahan awal yang di pimpin oleh Ki Lurah Jono sampai masa rakyat mengungsi karena adanya penjajahan Belanda. Dalam masa pendudukan Belanda, pemerintahan desa menjadi kosong kemudian Belanda membuat pemerintahan desa yang disebut “COMBA”. Pemerintahan Comba desa dipimpin oleh Lurah Moch. Sa’ad yang ditunjuk oleh Belanda. Kemudian digantikan oleh Lurah Si’ud, kemudian digantikan oleh Lurah Supar. Pada era selanjutnya digantikan oleh Lurah Marjono, dalam pemerintahan beliau, desa Bandar mengalami kemajuan. Kemudian pemerintah selanjutnya dipimpin oleh Lurah Haji Dyen. Dengan berakhirnya pemerintahan beliau, desa Bandar mulai dipimpin oleh orang dari luar Bandar. Sekitar tahun 1971-1972 dipimpin oleh Lurah Sahmad R. Pada tahun 1972 negara dalam kondisi siaga karena adanya aksi pemberontakan, maka pemerintah desa Bandar dipimpin oleh seseorang dari unsur militer yaitu Bapak Syamhari Qohar, beliau memimpin sampai tahun 1991.

dengan selesainya masa jabatan Bapak Syamhari Qohar ini desa Bandar kembali dipimpin oleh putra daerah, dimulai sekitar tahun 1992 pemerintah desa Bandar dipimpin oleh Lurah Ahmat Basori yang berakhir tahun 2000, dan dalam pemilihan berikutnya Lurah Basori kembali memimpin samapai tahun 2007. kemudian untuk periode berikutnya yaitu tahun 2007 sampai sekarang dipimpin oleh Lurah Mohamad Jafar.

Facebook Comments